Kadis DPMD Kukar: Infrastruktur jadi Salah Satu Indikator Pendukung Desa Mandiri
(Pembangunan jalan disalah satu Desa di Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR:
Pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu faktor krusial dalam
mewujudkan desa mandiri di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto.
Ia menekankan bahwa infrastruktur bukan hanya
kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari indikator dalam penilaian status
kemandirian desa.
Menurutnya, desa tidak akan mampu tumbuh
secara mandiri apabila tidak ditopang oleh infrastruktur dasar yang memadai,
seperti akses jalan, fasilitas ekonomi, dan sarana pelayanan publik lainnya.
“Desa bisa saja punya potensi sumber daya alam
atau sumber daya manusia yang besar, tetapi kalau tidak ada jalan yang layak,
tidak ada fasilitas pendukung, maka potensi itu tidak bisa dioptimalkan,” ujar
Arianto saat diwawancarai pada Senin (05/05/2025) .
Arianto mengungkapkan, dari hasil monitoring
DPMD sejak tahun 2024 menunjukkan bahwa masih banyak desa di Kukar yang
berstatus berkembang dan maju.Akan tetapi belum memiliki infrastruktur yang
mendukung pertumbuhan ekonomi dan layanan sosial.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa sebagian
besar akses jalan di desa-desa tersebut masih berupa jalan tanah atau sekadar
menggunakan batu pengeras.
“Kondisi seperti ini tentu menyulitkan
mobilitas masyarakat, terutama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan
kesehatan. Kalau jalan saja masih sulit dilalui, bagaimana masyarakat bisa
bergerak maju?” tegas Arianto.
Selain jalan, Kadis DPMD Kukar tersebut juga
menyoroti minimnya sarana ekonomi desa, seperti pasar yang aktif dan
berkelanjutan.
Arianto menyebut, banyak desa di Kukar bahkan
belum mampu menghadirkan pasar mingguan sebagai pusat transaksi dan penggerak
ekonomi lokal.
“Infrastruktur ekonomi seperti pasar itu
sangat penting. Tapi realitanya, untuk menghadirkan pasar yang buka seminggu
sekali saja masih belum bisa diwujudkan di banyak desa,” katanya.
Lebih lanjut, Arianto menjelaskan bahwa
penilaian desa mandiri tidak hanya dilihat dari sektor infrastruktur fisik,
tetapi juga dari keberadaan akses layanan keuangan, kegiatan ekonomi
masyarakat, serta kemandirian kelembagaan desa.
“Semua indikator itu saling berkaitan. Tapi
fondasinya tetap pada infrastruktur. Kalau aksesnya tidak ada, pelayanan publik
jadi tidak maksimal, dan ekonomi desa tidak bergerak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa desa-desa yang lokasinya
berdekatan dengan pusat kota atau kawasan pengembangan cenderung lebih cepat
mengalami kenaikan status karena pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut
berjalan lebih cepat.
Sementara itu, desa yang berada di wilayah
terpencil atau sulit dijangkau sering kali tertinggal karena hambatan akses.
Sebagai upaya strategis dan bentuk komitmen,
ia menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terus mengupayakan
peningkatan infrastruktur dasar, terutama jalan penghubung antarwilayah desa.
Lebih lanjut, Arianto mengatakan Bupati Kukar,
Edi Damansyah, yang aktif melakukan kunjungan langsung ke berbagai desa untuk
memastikan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.
“Pak Bupati Edi Damansyah secara rutin meninjau langsung ke desa-desa. Ini penting sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup Arianto. (TAN/ADVDPMDKUKAR)